SEJARAH DESA

SEJARAH DESA

Jauh sebelum Indonesia merdeka tepatnya sebelum tahun 1925 di wilayah desa Penundan yang waktu itu dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama Bp. Suradi. Desa Penundan merupakan salah satu desa yang masuk wilayah Kecamatan Gringsing dan pada waktu itu pula Bp. Suradi memimpin desa Sembung. Pada tahun 1932 Kepala Desa Penundan dan Sembung Bp. Suradi pergi dan tidak tahu keberadaanya. Sehingga pada saat itu desa dipimpin oleh Bp. Rahmat untuk menggantikan Bp. Suradi sebagai PJ. Pada tahun 1933 Bapak Suradi kembali ke desa Penundan dan menjabat sebagai Kepala Desa lagi.

Pada waktu itu Desa Penundan merupakan salah satu Desa yang kegiatan perekonomian masyarakatnya adalah sebagai petani dan peternak serta terdapat beberapa yang menjadi pedagang, membeli hasil pertanian dan ternak. Mereka memelihara hewan berupa kerbau, sapi, kambing dan unggas. Walaupun demikian, taraf hidup masyarakat Penundan masih sangat rendah. Menginjak tahun 1940 desa belum mengalami perubahan yang mencolok baik budaya maupun pemerintahan.

Pada perkembangannya tepatnya tahun 1940 terjadi pemilihan Kepala Desa Penundan yang diikuti oleh calon kepala desa yaitu Bp. Surat Harjo, Bp. Suyani dan 3 orang lainnya. Pada waktu itu, yang terpilih menjadi Kepala Desa adalah Bapak Surat Harjo, beliau menjabat selama 32 tahun sampai tahun 1973.

Pada tahun 1973 ada pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh dua orang calon yaitu Bp. Ngasmin dan Bp. Karyadi, pemilihan tersebut dilakukan dengan cara memilih hasil bumi yaitu padi dan jagung. Pada waktu itu dimenangkan oleh Bp. Ngasmin yang bersimbul padi dan mulai saat itu desa Penundan sudah bisa menunjukkan hasil pertaniaanya, ekonomi warga juga mulai membaik dan jalan mulai dibangun serta membangun Kantor Balai Desa / Balai Desa. Pada waktu itu, pembangunan Balai Desa Penundan menempati tanah milok Bp. Ngasmin sebagai Kepala Desa Penundan.

Pada tahun 1979 di Desa Penundan kedatangan mahasiswa dari Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP) yang pada waktu itu tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata). Mahasiswa tersebut bernama Supardi, beliau membantu mengajar di SD Negeri Penundan selama 3 bulan dan barulah warga sadar akan pentingnya pendidikan dan pada tahun 1981 ada KKN lagi sebanyak 6 orang dengan jurusan masing-masing, pada saat itu baru pertama kali ada Posyandu Balita yang dilaksanakan setiap bulan sekali, saat itu pula arga sadar akan gizi yang baik terutama untuk bayinya / balita di Desa Penundan memberi makanan yang bergizi kepada anak-anaknya seperti makanan 4 sehat 5 sempurna.

Pada tahun 1989 terjadi Perda Kepala Desa Penundan sudah tidak menjabat lagi dan setelah itu terjadilah Pemulihan Kepala Desa. Pemilihan diikuti oleh dua orang calon yaitu Bapak Amenun dengan gambar ketela pohon dan Bapak Achmad Wahyuni dengan gambar padi. Pemilihan tersebut dilakukan dengan cara mencoblos gambar polowijo. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh Bapak Amenun dengan gambar ketela pohon. Kepala Desa yang baru meneruskan program Kepala Desa yang lama. Setelah menjabat, Bapak Amenun memutuskan untuk membongkar Kantor Balai Desa yang bertempat di tanah Bapak Ngasmin, karena itu adalah tanah milik pribadi.

Pada tahun 1991 Desa Penundan tidak punya Balai Desa maka untuk pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa dilaksanakan di rumah Bapak Amenun untuk kegiatan pelayanan dan pelaksanaan selama kurun waktu tahun 1989 s/d 1993.

Pada tahun 1994 mulailah pemerintah desa Penundan membuat gedung Balai Desa yang menggunakan dari dana bantuan Bangdes gedung tersebut di Penundan. Pada waktu Bapak Amenun menjabt juga sudah banyak melakukan kehgiatan pembangunan yang dikerjakan.

Pada tahun 1997 terjadilah Pemilihan Kepala Desa Penundan yang diikuti oleh mantan Kepala Desa Bapak Amenun dan Kepala Dusun Bapak Wahyudi. Pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos polowijo yaitu gambar padi untuk Bapak Amenun dan gambar ketela pohon untuk Bapak Wahyudi. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh Bapak Amenun dengan gambar padi. Pelaksanaan pembangunan berjalan lancer, pembangunan pendidikan Madin, Pondok Pesantren, Gapuro desa, pengaspalan jalan, SPA Makadam, dll. Pada tahun 2007 Bapak Amenun selesai menjabat sebagi kepala Desa Penundan.

Pada tahun 2007 terjadi pemilihan Kepala Desa Penundan yang diikuti oleh 3 calon yaitu Bapak Adi Prayogo, Bapak Sahudi dan Bapak Wasriono. Pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos gambar polowijo. Gambar jagung untuk Bapak Sahudi, gambar kelapa untuk Bapak Adi Prayogo dan gambar singkong untuk Bapak Wasriono. Pemilihan dimenangkan oleh gambar kelapa yaitu Bapak Adi Prayogo. Pada pemilihan tersebut sangat memprihatinkan karena ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa sakit mendadak dan akhirnya meninggal dunia. Selanjutnya ketua panitia digantikan oleh wakilnya yaitu Bapak Ristanto dan Alhamdulillah pemilihan tersebut berjalan lancer dan Kepala Desa terpilih menjalankan program dengan baik dan sudah melaksanakan kegiatan pembangunan di segala bidang.

Pada tahun 2007 terjadi Pemekaran Kecamatan, yang tadinya Penundan masuk wilayah Kecamatan Gringsing, pada 21 September 2007 Desa Penundan resmi masuk wilayah kecamatan Banyuputih.

Bapak Adi Prayogo menjabat Kepala Desa Penundan selama 6 tahun dari tahun 2007 s/d tahun 2013. Untuk kegiatan atau pelayanan pada masyarakat sangat baik di bidang pembangunan pun sangat baik dan pada tahun 2012 desa Penundan Kecamatan Banyuputih mendapat bantuan desa Berkembang dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) bantuan tersebut untuk peningkatan kesejahteraan dan ekonomi bagi masyarakat serta untuk usaha simpan pinjam dan usaha kelopok ternak kambing dan berjalan lancar.

Pada tahun 2013 terjadi lagi Pemilihan Kepala Desa Penundan Kecamatan Banyuputih yang diikuti oleh mantan Kepala desa Penundan Bapak Adi Prayogo dengan Kaur Keuangan dan Umum Bapak Wignyo. Pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos gambar Polowijo. Gambar ketela pohon untuk Bapak Wignyo dan gambar padi untuk Pak Adi Prayogo. Pemilihan dimenangkan oleh gambar ketela pohon yaitu Bapak Wignyo. Setelah Pemilihan tanggal 8 September 2013, sebelum pelantikan Kepala Desa Terpilih, di Desa Penundan ada kegiatan TMDD (Tentara Manunggal Membangun Desa) untuk pembangunan jalan tembus dari desa Penundan Kecamatan Banyuputih sampai desa Ketanggan Kecamatan Gringsing sepanjang 1,5 KM (Pembangunan Pengerasan Jalan) dan sebelum dilantik, yang menjalankan semua kegiatan pemerintahan desa adalah PLT dan Perangkatnya.

Sumber : http://desapenundan.blogspot.com/2014/12/sejarah-desa.html