LAZISNU Kec. Banyuputih serahkan Bantuan Sosial dan Bantuan Pendidikan

PENUNDAN – UPZ LAZISNU Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang serahkan bantuan sosial dan bantuan Pendidikan kepada Masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Desa Penundan, Achmad Yusuf, S.Pd.I disela-sela acara Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan banyuputih yang bertempat di Masjid Nurul Huda Dukuh Cekelan Desa Penundan.

ketua LAZISNU Kecamatan Bnayuputih, Zainul Irham, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut dapat berjalan sesuai dengan program dari LAZIZNU berkat kerjasama dan kepedulian seluruh warga Nahdliyin di lingkungan Kecamatan banyuputih, terkhusus Desa Penundan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. ”LAZISNU memiliki beberapa program, diantaranya adalah NU Care, NU Education, NU Health. Program-program tersebut sengaja dibuat untuk menyentuh ke dasar keutuhan masyarakat”, ujar pria yang berprofesi sebagai Guru di MTs Nurul Huda Banyuputih.

KH. Tuhri, SE selaku ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Banyuputih dalam materi sambutannya beliau mengatakan bahwa malam Lailatul Ijima ini menjadi salah satu program Prioritas dari MWCNU Banyuputih. alasannya jelas, dengan kita melaksanakan program ini sama artinya kita sekaligus menyapa warga Nahdliyin di bawah. ”kalau mereka (warga) disuruh ke kantor MWCNU, rasanya tidak mungkin, karena banyaknya aktifitas dan kesibukan mereka. tapi kami hadir ke ranting-ranting dalam rangka untuk menyapa mereka para warga Nahdliyin, imbuhnya.

Achmad Yusuf, S.Pd.I selaku Kepala Desa Penundan mengucakan banyak terimakasih kepada pengurus LAZISNU yang sudah mentasarufkan bantuan sosial dan pendidikan kepada warga Penundan. Juga disampaikan terimakasih kepada Pengurus MWCNU Banyuputih yang telah menjadwalkan kunjungannya ke Desa Penundan. ”sebenarnya untuk Lailatul Ijtima ini bukan yang kali pertama, hanya saja untuk di Dukuh Cekelan, ini baru yang pertama kali. semoga apa yang dilakukan oleh para pengurus mendapatkan pahala dan limpahan rahmat Hidayah Allah, SWT”, Ujar pria berusia 29 tahun ini.

lailaul Ijtima’ merupakan program dari MWCNU yang didalamnya adalah berisi kegiatan tanya jawab seputar kegiatan mu’amalah sehari-hari oleh masyarakat yang didalamnya terkadung konsekwensi hukum yang terkadang belum diketahui oleh masyarakat luas. Dalam forum ini bisanya akan dijawab oleh para Kyai daengan berbagai macam sumber referensinya.

 

admin

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan